4 Alasan Kenapa Tidak Boleh Memakan Daging Ikan Hiu

Hari ini dapat kabar mengagetkan sekali (lagi) dari program MBG (Makan Bergizi Gratis).

Di salah satu sekolah di Ketapang, Kalimantan Barat mengalami keracunan massal akibat mengonsumsi ikan hiu goreng sebagai menu MBG. Iya ngga salah, real ikan hiu yang ada di laut itu lho.

memakan ikan hiu
Informasi kejadian lebih lanjutnya dapat disimak di sini ya.

Kalau diperhatikan lokasi daerahnya, lingkungan sekolahnya berada di daerah pesisir pantai dan bisa jadi konsumsi ikan hiu sudah cukup lazim di daerah sana.

Di Indonesia sendiri juga ada regulasi untuk penangkapan hiu (termasuk konsumsi), mengingat ikan hiu juga banyak jenisnya.

Tentu saja untuk hiu yang masuk daftar dilindungi seperi Hiu Paus atau Hiu Halmahera pasti tidak boleh. Tetapi, untuk spesies hiu yang belum masuk kategori tersebut, regulasinya lebih ke peraturan perdagangan dan pengelolaan perikanan agar tetap lestari.

Jadi, tidak ada pelarangan konsumsi untuk jenis hiu tidak dilindungi. Tapi, yang perlu diketahui meskipun daging hiu ini bisa di konsumsi lebih baik jangan ya. Memangnya kenapa? Setidaknya ini adalah 4 alasannya.

1. Hiu Memiliki Risiko Kandungan Merkuri yang Tinggi

Di lautan, hiu termasuk dalam kategori predator puncak, yaitu makhluk yang berada di posisi paling atas dalam rantai makanan.

Salah satu masalah utama predator puncak adalah jika ikan yang dia makan mengandung merkuri atau zat berbahaya lain, zat-zat berbahaya ini akan menumpuk di dalam tubuhnya. Proses ini kalau secara ilmiahnya disebut dengan biomagnifikasi.

rantai merkuri di laut pada ikan hiu
Mercury food chain in fish

Kondisi ini juga berbahaya bagi manusia jika mengkonsumsi hiu tersebut. Kalau kadar merkuri dalam daging hiu tinggi, kemudian dimakan manusia, risiko keracunannya pun akan meningkat.

2. Populasi hiu terancam punah

Menurut IUCN atau International Union for Conservation of Nature, 37% dari spesies hiu dan pari (sharks and rays) di dunia ini sekarang sudah terancam punah. Ini datanya dari tahun 2021, bisa jadi sekarang malah lebih tinggi lagi.

See also  Apa itu Asam Sulfat (H2SO4)? Sifat Kimia dan Penggunaan

Salah satu alasannya adalah terjadinya overfishing. Banyak sekali hiu yang diburu untuk konsumsi, seperti diambil siripnya (shark finning) atau dagingnya.

Jadi, kalau permintaan dan peminatnya tinggi di pasaran, otomatis makin banyak hiu yang harus ditangkap, dan makin cepat juga kepunahannya.

3. Prakter penangkapan hiu yang menyedihkan

Tahu tidak bagaimana cara orang mengambil sirip hiu dari laut? Mereka melakukan hal ini: Klik untuk menonton videonya.

Saya bahkan tidak tega untuk menontonnya.

Banyak praktek yang terjadi dimana proses pengambilan sirip hiu ini tidak manusiawi sama sekali. Hiu dipancing, kemudian siripnya dipotong, lalu tubuhnya Kembali dibuang kembali ke laut dalam keadaan hidup.

Ini ga hanya sakit ya dan bisa dipastikan hiu yang dibuat itu tidak akan bertahan hidup di dalam laut.

4. Masih banyak ikan lain yang lebih aman untuk dikonsumsi

Selain ikan hiu, masih banyak sekali jenis ikan di laut yang kandungan gizinya juga bagus dan rendah merkuri, seperti ikan sarden, salmon, atau ikan kembung.

Silahkan sesuaikan dengan tujuan konsumi ikannya, mau ikan dengan kandungan tinggi omega-3nya kah atau kadar protein yang lebih besar tanpa harus mengkonsumsi ikan hiu.


Jadi, kesimpulannya adalah mohon hindari konsumsi daging hiu ya, karena bukan hanya demi kesehatan, tetapi juga perlindungan ekosistem laut.

Setidaknya dengan tidak mengkonsumsi daging ikan hiu, kita bisa ikut serta dalam menjaga kesehatan kita sendiri, serta menjaga ekosistem dari ikan hiu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *