In This Ecomony Beli Laptop Macbook Neo 256 GB Indigo

Bulan ini saya meng-upgrade laptop Lenovo Ideapad ke Macbook Neo.

Sebenarnya, laptop lama saya masih sangat bisa dipakai, minusnya bagian engselnya patah. Suami juga masih bisa memperbaikinya, meskipun agak was-was kalau dibawa ke luar kota. Apalagi, in this economy akibat harga RAM naik, harga alat elektronik seperti HP, laptop, dan komputer juga ikut naik ugal-ugalan.

Dengan kondisi ini, saya sempat mengurungkan niat untuk membeli laptop baru. Namun, kebetulan kantor sedang membutuhkan laptop untuk admin baru kami dan berencana membeli laptop second.

Akhirnya, saya punya alasan kuat untuk membeli laptop dan memberikan laptop saya untuk dipakai kantor. XD

13.000.000+ for Macbook Neo 2026

Saya membeli MacBook ini di Semarang. Sebenarnya, di Salatiga sudah ada Digimap, tetapi sekalian saja datang ke BBW Semarang.

Tentu saja, saya kesana ditemani suami. Selain beliau ini sudah lama menggunakan produk MacBook, isterinya ini juga agak clueless kalau beli laptop/kompuer. Jadinya bisa backup saya kalau penjual mulai nawarin produk upselling.

Benar saja.

Varian MacBook Neo yang saya incar adalah warna Indigo dengan kapasitas penyimpanan 256 GB. Awalnya, kami mencari di iBox yang berada di tempat yang sama dengan BBW. Namun, stok reguler sudah habis dan yang masih ada hanya unit yang dijual dengan produk asurasi.

Masalahnya tambahan paket asuransi ini lumayan juga, harganya lebih dari 1 juta. Jadi, yang saya awalnya mau beli laptop seharga 13 juta, akhirnya harus bayar 14 juta. Menurut suami, ini kurang worthy juga, wong dari Apple sendiri sudah ada garansi Apple Care untuk 1 tahun. Dari review suami juga katanya tidak perlu, karena selama 7 tahun+ penggunaan laptopnya baik-baik aja.

See also  Pakai Acyclovir, Obat Salep Herpes, Herpes Langsung Kering

Setelah itu kami ganti lagi ke store iBox yang lain, sama aja ternyata. Puter balik lanjut nyari di Digimap. Alhamdulillahnya ready yang regular.

…dan dapatlah Macbook Neo saya.

macbook neo 2026

Macbook Neo 256 GB Indigo

Kenapa harus yang Indigo banget nih?

Jujur warna-warna laptop Macbook Neo ini cantik-cantik banget. Saya juga suka warna Blush, warna pinknya cantik dan kalem. Ini juga warna paling best seller dari varian lainnya.

Hanya saja saya tidak cukup pede kalau bawa laptopnya untuk ke cafe atau kantor. Terlihat terlalu mencolok, apalagi handphone saya warnanya sudah serupa. Warna Indigo lebih memberikan kesan yang profesional dan lebih netral.

Pas sudah dibuka juga cakep banget sih.

Buat yang pengen tahu spesifikasi dan review yang lebih detail dari Macbook Neo ini bisa nonton videonya Gadgetin ini ya.

Secara spesifikasi, laptop ini memang masih kalah dibandingkan MacBook Air atau MacBook Pro. Namun, sejak awal saya memang tidak membelinya untuk pekerjaan yang terlalu berat.

Sejauh ini penggunaan laptop saya masih level ringan ,seperti memakai aplikasi pengolah dokumen seperti Word, Excel, dan PowerPoint. Paling berat mungkin hanya CapCut untuk mengedit video sederhana. Jadi, seharusnya spesifikasinya sudah cukup sesuai dengan kebutuhan saya.

Feel bodinya

Oh iya, keputusan beli laptop ini salah satunya karena suami sudah pakai Macbook terlebih dahulu dan testimoninya juga bagus. Puas dan oke banget katanya. Laptopnya juga udah lebih dari tujuh tahun dan berfungsi baik sampai sekarang. Kurangnya lampu di keyboard udah kelap-kelip aja.

Selain itu, setelah saya mengamati laptop suami, sebenarnya saya agak takut kalau bodinya laptopnya bakalan kaku karena aluminium. Ketika bergesekan dengan meja atau benda lain akan terdengar suara gesekan yang bikin ngilu di telinga. Laptopnya juga cukup cepat panas, faktor bahannya yang menghantarkan panas.

See also  Perlengkapan Wajib untuk Rafting yang Aman dan Nyaman

Tapi… pas nyoba Macbook Neo ini tenyata beda banget. Kekurangan yang saya temui tadi malah ngga ada.

Meskipun bodinya sama-sama pakai aluminium, feelnya masih enak banget buat dipagang. Masih kerasa ada campuran lain di bahan aluminiumnya dan biarpun gesekan dengan meja juga masih smooth.

Soal problem panas juga tidak ada. Tidak terasa panas sama sekali malah, meskipun sudah digunakan seharian. Dari sisi baterai juga sangat awet. Dulu kalau laptopan kurang dari 3 jam pemakaian saya harus buru-buru ngecas, sekarang cukup sehari sekali ngecasnya—kadang kalau pemakaian ringan bisa 2 hari baru ngecas.

Masih proses penyesuaian

Pekara keyboard masih membuat saya kagok sampai sekarang. Ukuran keybordnya lebih sempit dari pada laptop saya sebelumnya, ditambah posisi beberapa tombol juga berbeda.

Seperti tombol Ctrl yang ternyata tidak ada dan diganti dengan Command. Letaknya pun juga tidak sama. Akhirnya jadi sering typo dan salah menekan tombol.

Saya juga masih cukup asing dengan tampilan OS-nya yang mayan beda dengan Windows. Walapun sudah pakai Iphone dan Ipad ternaya harus banyak belajar dan menyesuaikan diri. Masalahnya proses adaptasi ini membuat saya jadi agak lama menyelesaikan kerjaan.


Ngomong-ngomong, kalau ditanya hal apa yang paling disukai dari laptop ini adalah ukuran laptopnya kecil, hanya 13 inchi. Real ini 13 inchi. Lebih kecil dibanding laptop suami, padahal dulu saya ngiranya laptopnya udah paling kecil.

Ukurannya juga pas banget buat masuk tas kesukaan saya. Dulu pas beli tasnya emang ngira udah besar, ternyata mepet benget untuk laptop ukuran 13.6 Inchi. Sekarang masuk dengan nyaman meski pakai laptop sleeve.

Sepertinya, ini akan menjadi salah satu pembelian terbaik saya tahun ini. Meskipun bayarnya masih pakai husband loan XD

See also  Alasan belum kuliah tahun ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *