[Review] Buku Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa – Semua Demi Rempah-Rempah

Buku ini memberikan sudut padang lain tentang seberapa kuat keinginan Portugal menguasai jalur pedagangan rempah-rempah.

Ini adalah buku Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa. Genrenya tentang historical fiction yang ditulis oleh Zaky Yamani yang diterbitkan pada tahun 2021.

Setting tempatnya berada di Portugal pada awal abad ke-16, ketika negeri itu sedang berada pada masa ekspansi maritim besar-besaran.

Buku ini ditulis setelah penulis mengikuti program residensi penulis Indonesia di Portugal tahun 2017, lalu dikembangkan menjadi sebuah trilogi.

Ini adalah buku pertama dan berikut ulasannya.

⚠️ Warning, this content may contain spoilers!

Sinopsis perjalanan mustahil samiam dari lisboa

Kisah dalam buku ini disampaikan melalui catatan perjalanan atau semacam diary milik Samiam Negueira, seorang pemuda berusia sekitar 30 tahun yang tinggal di Lisboa, kota pelabuhan di tepi Samudra Atlantik sekaligus ibu kota Portugal.

Meskipun hidup di negeri yang terkenal dengan para pelaut dan penjelajah samudra, samiam justru tidak tertarik dengan hal itu. Dia tidak pernah berniat menjadi nelayan, apalah pelaut yang dianggap sebagai kebanggan negaranya.

Samian merasa cukup sudah puas dengan kehidupannya yang ia jalani. Ia bukan orang kaya, tetapi dia memiliki pekerjaan dengan membuka toko rempah-rempah. Dia sebentar lagi akan menikah dengan tunangannya. Baginya semua itu sudah cukup untuknya, menjalani hidup tenang di Lisboa sampai ajal menjemputnya.

Sampai suatu hari, ia mendapatkan sebuah Peta Orang Jawa dari seorang pelancong. Peta itu membangkitkan kembali ingatan tentang masa lalu nya. Bukan hanya itu, peta itu juga punya kekuatan magis yang mendorong Samian untuk mencari tahu asal usul dirinya.

Samian sebenarnya sudah tahu bahwa ia bukan orang Portugal tulen. Separuh dirinya mengalir darah orang Jawa, sebuah wilayah yang katanya terletak sangat jauh, di ujung belahan dunia lain. Namun, dia memilih tidak peduli. Dia akan mengubur kenyataan itu dalam-dalam.

See also  Cara Kerja Collagen Stimulator untuk Meremajakan Kulit dan Mengatasi Penuaan

Sayangnya, semuanya berubah.

Menjelang hari pernikahannya, tunangan Samian dikabarkan kabur bersama laki-laki lain menuju Spanyol. Samian memutuskan untuk mencarinya. Namun sebelum melakukan pencarian, dia tiba-tiba terlibat dalam kelompok pemberontak dan menjadi buruan kerajaan.

Tak ada pilihan lain. Ia harus segera pergi dari Lisboa, tempat kelahirannya.

Perjalanan ini nantinya tidak hanya membawanya mencari tunangannya, tetapi juga memaksanya untuk mencari asal usul dan identitas dirinya sendiri.

Portugal dan Ambisinya Terhadap Rempah-Rempah

Overall, ini buku historical fiction pertama yang pernah saya baca dan saya sangat kagum dengan penulisnya mengambarkan tempat-tempat dan suasana zamannya dengan detail.

Dari segi alur cerita dan pembahasan, sejujurnya novel ini cukup berat bagi saya.

Sebagai buku pembuka dari sebuah trilogi, konflik yang diperkenalkan terasa rumit dan padat. Bahkan, sebagian besar cerita masih sangat berfokus pada pengenalan karakter Samiam dan latar kehidupannya.

Justru yang paling menarik bagi saya adalah unsur sejarahnya.

Banyak bagian cerita yang berkaitan dengan peristiwa sejarah yang memang benar-benar terjadi. Beberapa tokoh yang muncul juga berasal dari tokoh nyata. Ini mengingatkan saya dengan sejarah imperalisme dan kolonialisme di Indonesia.


Latar waktunya berada pada sekitar abad ke-16, ketika Portugal sedang berusaha memperluas jalur perdagangan menuju Asia. Pada masa itu, rempah-rempah merupakan komoditas yang sangat berharga di Eropa.

Sebelum Portugal menemukan jalur laut langsung menuju Asia, distribusi rempah-rempah menuju Eropa melewati jaringan perdagangan yang sangat panjang. Rempah dari Asia berpindah dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain melalui India, Timur Tengah, dan kawasan Mediterania sebelum akhirnya sampai ke pasar Eropa.

Posisi Portugal tidak terlalu diuntungkan oleh jalur perdagangan lama tersebut. Karena itu, muncul ambisi untuk menemukan jalur laut sendiri menuju Asia.

See also  Signed Inventory Checklist for Renting a Room in Singapore

Eskpedisinya kemudian berkembang sangat jauh.

Pelaut Portugal mulai menyusuri pantai benua Afrika, mengitari tanjung harapan, mencapai india, kemudian kemalaka, hingga akhirnya masuk ke wilayah kepulauan penghasil rempah di Maluku.

Perjalanan membuka jalur pelayaran baru berubah menjadi monopoli dan menguasai sumber daya.

Bagian-bagian ini yang sangat saya nikmati. Seperti melihat buku sejarah tapi dari sudut pandang mereka.

Menulislah untuk dirimu sendiri

Salah satu hal yang cukup saya suka dari perjalanan hidup Samiam adalah bagaimana semuanya bisa kita ketahui karena ia mulai menulis.

Samian mulai menulis berusia diakhir 20 tahunan. Ketika dia merasa hidupnya berjalan dengan monoton dan memang ada beberapa kejadian dalam hidupnya tidak dapat dia ceritakan kepada orang lain.

Ia teringat kebiasaan para bangsawan yang kerap membuat catatan harian.

Pada masa itu, kemampuan membaca dan menulis belum dimiliki semua orang. Pendidikan lebih banyak dinikmati oleh kalangan bangsawan, orang terpelajar, atau mereka yang memiliki akses tertentu.

Dia cukup beruntung pernah belajar menulis dan membaca ketika bekerja pada seorang Bangsawan yang dekat dengan keluarga pamannya.

Setelah mulai menulis, Samiam merasa beban dalam dirinya perlahan terangkat.

Dengan membaca kembali rangkaian peristiwa yang pernah ia lalui, ia bisa memahami dirinya sendiri dengan lebih baik dari sebelumnya. Bahkan kejadian-kejadian bodoh yang pernah ia lakukan bisa menjadi pengingat agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

Bagian ini sederhana, tetapi cukup mengena. Saya pribadi juga menulis sebagai catatan dokumentasi pribadi, juga untuk memahami diri saya sendiri.

Pedihnya Korban Peperangan

Pada masa itu, banyak wilayah di Eropa dan kawasan Mediterania masih menghadapi konflik dan peperangan panjang untuk memperebutkan wilayah, kekuasaan, jalur perdagangan, dan pengaruh politik.

See also  Rumah Bersih Belum Tentu Bebas Rayap, Ini Alasannya

Di Semenanjung Iberia, yang sekarang mencakup Portugal dan Spanyol, konflik antara kerajaan-kerajaan Kristen dan Muslim telah berlangsung selama berabad-abad.

Dan salah satu dampak paling menyakitkan dari peperangan atau penjajahan adalah bagaimana orang-orang yang kalah bisa menjadi budak, tawanan, atau dijual ke daerah lain. Mereka.

Padahal tidak ada ajaran agama yang seperti itu.

Dan wajar aja karena kondisinya begitu muncul kelompok pemberontak seperti Porto de Grall yang ingin membawa nilai dan hak kemanusiaan di atas semua itu, meskipun akhirnya menjadi buronan kerajaan,

Apakah perjalanan ini benar-benar mustahil bagi samian?

Kalau dari perjalanan yang dia lalui di buku pertama ini, rasa kemustahilannya sepertinya cukup tidak mustahil.

Selama hidupnya malah terkesan banyak pihak yang menjadi guardian angel untuk samian. Bapak ibu angkatnya, pamannya, bosnya, kelompok Porto de Grall, bahkan orang-orang didekatnya membantunya.

Justru yang membuat perjalanannya menjadi mustahil adalah karena si Samian sendiri. Dia masih egois, denial, dan punya pesimisif terhadap segala hal.

Tapi, dilihat dari development dari awal pejalannya dimulai hingga akhir buku pertama ini sudah cukup banyak yang berubah dari dirinya. Setidaknya dia mulai mengenali dirinya sendiri.

Sekian review buku Perjalanan Mustahil Samian dari Lisboa, next baca buku keduanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *