Alasan belum kuliah tahun ini

Setelah sekian banyak pertanyaan yang muncul kenapa saya tidak mengambil kuliah di tahun ini. Melalui tulisan ini saya ingin melakukan klarifikasi dan pembenaran terhadap segala tuduhan yang saya terima.

Eits, tapi emang saya siapa ya? wong jauh dari terkenal, ada orang tau nama saya aja udah alhamdulillah. Haha.

Tetapi, iya sih. Karena kemarin iseng bikin story WhatsApp. Padahal awalnya sudah ngempet ga usah bikin story di sosial media manapun sampe akhir bulan. Pada akhirnya mesti gagal XD

Ternyata teman-teman saya terkaget dengan keputusan yang saya lakukan. Menurut mereka…

  • Kenapa kamu harus nunggu tahun depan kalau tahun sekarang bisa?
  • Kenapa kamu menyia-nyiakan kesempatan ini?
  • Loh nanti aku tidak seangkatan dengan mu dong?
  • Apakah ini karena pandemi Corona?
  • Mbak katanya sudah keterima LPDP, tapi kok ngga jadi kuliah?

…bahkan sampe sekarang kalau dikerjaan, tetep ada yang nanya pertanyaan seperti ini.

Beberapa ada yang saya jawabin dengan jawaban yang jelas (benar), ada juga yang malah ku buat bercandaan. Soalnya kalau dipikir ternyata pegel juga, bikin goyah dan ga jadi yakin terhadap keputusan yang saya buat.

Jadi, ya untuk memperkuat semua keputusan ini, terlebih sudah tak ada waktu untuk menyesali semua ini juga. Inilah alasan kenapa saya ngga jadi kuliah di tahun ini.

Persyaratan administrasi belum terpenuhi

Ya, karena administrasinya belum lengkap. Ketiga pilihan universitas saya: ITB, ITS, UGM, mensyaratkan untuk melampirkan nilai TPA dan TOEFL dengan standar nilai tertentu.

Dan malangnya saya belum punya semuanya. Pendafaran tes TOEFL di Unika untuk bulan April lalu, akhinya ditunda hingga waktu yang ngga jelas. Padahal sudah bayar. Sampai penutupan pendaftaran masuk ITB juga belum ada pengumuman penyelengaraan tes TOEFL online (sekarang sudah ada, saya udah tes juga setelah penutupan pendaftaran).

Penyelanggara tes TPA juga belum buka, belum ada penyelengaraan tes TPA secara online.


Malangnya saya lagi ternyata di ITB, skor TPA dan TOEFL ternyata tidak dipertimbangkan di tahun ini.

sumber Institut Teknologi Bandung

Ternyata tidak dipertimbangkan donggg~
Ini pengumumannya juga setelah pengumuman penutupan pendaftaran. Auto sedih sebenarnya, tapi yaudah sudah terlanjur juga :’

Kuliah online

Mohon maaf Pak Nadiem, tapi ini yang saya rasakan selama mengikuti kegiatan Pengayaan Bahasa Online. Rasanya kuliah online memang tidak seperti kuliah.

…atau memang saya yang tidak terbisa dengan sistem yang seperti ini.

Merasa cepat lelah setelah selesai kelas, bahkan saya sering ketiduran saat pembelajaran. Tambah lagi, saya juga mudah terdistraksi dengan tiba-tiba browsing sana-sini dan tidak memperhatikan kelas.

Padahal ini materinya bahasa, bacaan. Harusnya masih kondusif saat kuliah online. Apalagi besok kalau kuliah Fisika, dengan kapasitas diri yang begini saya bakal kesusahan jika pembalajaran online.

Awalnya ini hanya feeling sih, seperti biasa memikirkan kondisi terburuk yang mungkin terjadi. Eh, ternyata pengumuman kuliah online memang benar akan diadakan untuk semester ini.

Belum siap tes

Saya belum siap tes jurusan.

Sedih mengakuinya, tapi emang saya ngga siap tes jurusan. Masih perlu belajar banyak, ngulang hampir semua materi yang ada dikuliah. Fisika Matematika, Gelombang, Elektromagnetika, Fisika Kuantu, dan Mekanika.

Kelompok mata kuliah paling seru sekaligus paling rewel kalau mau dipahami XD

Tes paling menentukan sih ini, paling besar pengaruhnya untuk lulus atau ngga seleksi masuk kampus. Jadi saya harus prepare lebih banyak.

Sekian begitu alasannya, biar aku sendiri dan kalian juga tahu ya wahai netijen. Sudah cukup bertanya-tanyanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *