Mengapa grafik Corona Virus berbentuk eksponensial? Apa dampaknya?

Exponential graph by geogebra.org

Masihkah ingat dengan soal matematika saat SMP dan SMA.

Suatu bakteri akan membelah diri menjadi dua setiap menit. Jika banyaknya bakteri semula ada 2, maka berapa banyaknya bakteri setelah 10 menit?

Jika, menemui soal yang semacam ini otomatis kamu akan refleks berfikir, seperti ini:

Suatu bakteri akan membelah diri menjadi dua setiap menit, soal seperti ini merupakan soal penerapan barisan geometri, yang mana barisan geometri adalah suatu barisan bilangan yg memiliki rasio yg sama.

Rumus barisan geometri : Un = a.rⁿ⁻¹

Deret geometri adalah jumlah dari beberapa suku yg memiliki rasio yg tetap

Rumus : Sn = a (rⁿ – 1) / (r – 1) apabila r > 1 atau

              Sn = a( 1 – rⁿ) / (1 – r) apabila r < 1

Lha kok malah bahas soal matematika mbak?

Karena, hal itu tidak hanya terjadi di soal cerita atau ujian matematika saja. Pola yang demikian lah yang membentuk grafik eksponensial. Kelipatan pangkat.


Pekembangan dan pertumbuhan virus tersebut, memang berbeda dengan pikiran manusia dalam memandang pertumbuhan populasi yang biasanya menggunakan itung-itungan Linier atau berdasarkan rumus aritmatika.

Berikut laporan kasus Corona virus di Amerika Serikat.

Berikut ilustrasi penyebaran virus corona dibandingkan virus yang lain.

Sekarang mari bandingkan keadaan pertumbuhan dengan perhitungan aritmetika dan gometri.

Kasus 1 (Pertumbuhan aritmatika): 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, dll.
Kasus 2 (Pertumbuhan geometri): 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, 256, 512, 1024, dll.

Dalam kedua kasus, angkanya dimulai dari kecil dan tetap kecil (tetapi terus bertambah) untuk sementara waktu. Tetapi dalam waktu yang cepat, terjadi perbedaan yang cukup jelas antara kasus 1 dan kasus 2.

Perbedaan antara urutan kasus 1 (pertumbuhan linear) dan urutan bawah (yang merupakan pertumbuhan eksponensial yang kita temui sekarang) menjadi jelas.


Pertumbuhan eksponensial sangat kuat bukan karena hal tersebut terjadu secara cepat, tetapi karena terjadi pertumbuhan tidak terkendali.

Tanpa melakukan upaya untuk menekan kondisi tersebut, pertumbuhan eksponensial adalah kondisi yang sangat buruk dari suatu penyakit menular.

Misalkan terjadi jumlah infeksi pada tanggal 1 Januari sebanyak 1 orang dan bertambah 3 kali lipat setiap 3 hari sekali.

Jika penularan dengan sfat eksponen sial tersebut tidak mencoba di atasi, akan ada 1024 orang yang terinfeksi pada tanggal 31 Januari (1000x lebih banyak dari permulaan).

Tanggal 6 Februari, meningkat menjadi 4.096 dan setelah mencapai hari ke 78 akan terjadi 67 juta orang yang akan terinfeksi.

Pertambahan kasus dari laporan berbagai negara

Apa bahayanya?

Saya secara tersirat pernah membahasanya di sini.

Dan ya, hal ini tidak semudah hitungan matematis, dimana kamu bebas sekedar memasukan angka dan menyelesaikan persoalan.

Angka 1000 orang seperti contoh diatas bukan hanya sekedar angka saja, namun ketika sudah berurusan dengan pandemi hal tersebut sudah berkaitan dengan nyawa manusia.

Banyak faktor yang harus diperhatikan terkait hal ini.

  • Prosedur penanganan korban
  • Pencegahan pra-wabah
  • Kapasitas kesehatan
  • Penanganan pasca-wabah

It’s very complicated. Tapi yang jelas jika tidak dilakukan secara benar dan tepat, jumlah korban akan sangat banyak dan kondisi ekonomi masyarakat akan sangat terganggu.

Referensi

One Reply to “Mengapa grafik Corona Virus berbentuk eksponensial? Apa dampaknya?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *