23 years old!

Sorry untuk banner pembukaan yang cukup narsistik. Kan ini di rumah sendiri, jadinya tidak masalah kan?

Tapi yah, welcome to 23 tahun.

Walapun selalu menganggap pertambahan umur setiap tahun adalah hanya hitungan saja. Tapi makin kesini ketar-ketir juga. Banyak yang harus disiapin ternyata, kayak masalah yang ini-ini nih. Mau jadi apa 5 tahun terakhir?

Beberapa malam ini juga ngga bisa tidur, banyak pikiran. Kerjaan ngga konsen, les bahasa inggris juga makin ngga jelas. Padahal banyak yang bilang quarter life crisis mulainya kebanyakan munculnya di usia 25 tahun.

Namun, apakah diriku sudah memulai semua ini? Ngga tau juga. Sepertinya iya.

Mulai memikirkan buanyak sekali kecemasan di dalam diri. Merasakan begitu banyak kompleksitas kebutuhan dalam kehidupan yang perlu disiapkan.

  • Karir
  • Uang
  • Pendidikan
  • Kenyamanan di masa depan
  • Keluarga
  • Dan masih banyak lagi.

Kadang sedih dan galau juga dengan diri sendiri yang makin lama ngga makin pinter juga.

Tapi, memasuki tahapan ini. Ku juga makin memahami perasaan sedih dan galau bukan semerta-merta karena tidak punya pacar, gebetan, atau ditinggal putus. Ini semua tentang bagaimana kita menjalani kehidupan nantinya.

Mikirnya dulu gitu waktu remaja, masih chill banget kan pemikirannya. Tapi memang ternyata pemikiran manusia tentang kehidupan akan terus berkembang.

Ilustrasi oleh everydayhealth.com

Melewati masa-masa ini, setidaknya ku bersyukur masih ada orang yang selalu menemani dan ngasih saran dalam memikirkan segala sesuatu.

Mikirnya jadi ngga sendirian. Ada tempat untuk berbagi.

Walaupun kita berdua sepertinya menghadapi perihal yang sama. Akhirnya saling support, supaya ngga merasa berjuang sendiri.

Karena, quarter life crisis harus dihadapi dan dilalui.

Oh ya, akhir-akhir ini ku juga sering ngedengerin lagunya mbak Isyana. Kayak meresapi banget gitu lo.

One Reply to “23 years old!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *