Kegiatan selama karantina COVID-19

Selamat berjuang melewati masa karantina wabah COVID-19. Hari ini sudah hari ke 3 atau 4 minggu.

Sebelumnya saya juga sudah pernah menyampaikan, apa saja dampak Corona dalam kehidupan mu? di Quora. Tetapi, sekarang mungkin cukup berbeda lagi keadaanya.


Awalnya saya bertempat di Semarang, sedang melakukan kegiatan Pengayaan Bahasa dari penyelengara beasiswa LPDP. Semacam kursus TOEFL untuk persiapan masuk univeristas. Namun setelah terjadi wabah COVID-19, semua kegiatan dilakukan secara online.

Kemudian tanggal 19 maret lalu, saya akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Setelah keadaan di Semarang makin ngga jelas.

  • Susah nyari makan, kerena warung pada tutup
  • Susah nyari sayur, karena toko sayur pada tutup
  • Area kampus Undip Tembalang makin sepi
  • Kosan semakin sepi, rata-rata udah pulang seminggu sebelumnya

Ditambah lagi, karena ku orangnya sering over khawatir. Jadinya malah makin kepikiran dan ngga tenang. Kuliah pun jadi ngga masuk.

Walaupun begitu, sebenarnya pulang bukan pilihan yang paling tepat dan benar sih.

Resiko terpapar virus diperjalanan ataupun di Semarang cukup tinggi, lantaran di Semarang sudah masuk zona merah. Bisa jadi malah menjadi pembawa virus dan menulari orang di rumah.


Namun tetap mengusahakan diri, mengikuti protokol pulang ke rumah yang bener.

Setelah sampai ke rumah, bersih-bersih badan, sore langsung periksa dan pengecekan di puskesmas.

Dan dari sini saya juga baru tahu, kita dari luar kota dan masuk ke perkampungan statusnya langsung naik menjadi ODP atau Orang Dalam Pemantauan. Diminta karantina selama 14 hari, jika ada gejala langsung laporan ke Puskesmas.

Tapi menurutku sih ya wajar aja dan memang harus melakukan tindakan seperti ini. Walaupun ternyata ngga semua orang yang baru balik kampung melakukannya.

Selama karantina di isi apa aja?

Overall, sama aja kegiatannya dengan di semarang.

  • Pukul 06.00-07.30 persiapan buat kuliah online
  • Pukul 08.00-15.30 Kuliah online
  • Pukul 15.30-17.30 Kerja
  • Pukul 18.30-21.00 Lanjutin kerjaan kalau belum selesai, belajar
  • Pukul 21.00-sengantuknya. Baca, nulis, atau ngeditorin artikel di Saintif

Secara umum memang ngga ada bedanya, bedanya kalau di Semarang pakai WIFI kalau di rumah pakai paket data. Makin boros kuota internet.

Berkegiatan di rumah terus, tanpa keluar rumah juga membuat makin bosen untuk beraktivitas. Jenuh pengen sekali-kali keluar ketemu bareng temen.

Sekarang saya mulai menyadari, kesempatan untuk berkumpul dan berkegiatan diluar ruangan itu menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *