Ikut Online Sakura Exchange Program in Science 2022

Saya baru saja mengikuti program Sakura Exchange 2022 yang diselengarakan secara online, harusnya program ini diadakan secara langsung di Jepang. Namun, lagi-lagi karena sedang pandemi Corona kegiatannya dilangsungkan melalui aplikasi Zoom meeting.

Secara garis besar program sakura exchange ini semacam workshop mengenai komputasi material, yang diadakan oleh MIE University bekerjasama dengan ITB, UGM, dan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional).

Program ini juga merupakan kegiatan tahunan yang diadakan setahun sekali. Biasanya akhir tahun atau awal tahun.

sakura exchange program
Pamflet program exchange student sakura 2022, detailnya bisa dilihat di sini.

Kegiatan dilakukan selama 2 hari dengan topik bahasan seperti:

  • Hari pertama
    Perkenalan culture dan budaya, harusnya sih dari Jepang dan Indonesia, tetepi kemarin hanya dari jepang karena keterbatasan waktu dan dilanjut perkenalan peserta.

    Kemudian dilanjutkan dengan materi dan komputasi menggunakan first principle calculation untuk molekul H2.
  • Hari kedua
    Bahasanya mengenai komputasi untuk mengidentifikasi band structure dan density of state dari atom silicon. Dilanjutkan dengan penutupan acara.

Bagi yang mungkin tahun depan mau ikut bisa disimak rundown acaranya apa aja di link berikut ini.

Pemaparan materi kalkulasi band struture atom Silicon oleh pak Muizz dari Institut Teknologi Bandung. Pak Muiz mantep banget kalau ngejelasin, lengkap tetapi mudah untuk dipahami.

Ikut kegiatan ini sesungguhnya juga agak memaksakan diri. Saya memang sedikit tertarik dengan komputasi material, tapi tidak begitu terlalu paham. Ditambah bahasa inggris yang ngga begitu bagus.

Tetapi mengingat ada modal pernah ngambil mata kuliah komputasi elektronik zat mampat dan saya lihat materi yang dibahas masih nyambung. Akhirnya ikut daftar menjelang penutupan pendaftaran.

Alhamdulillahnya, masih paham dan tidak terlalu nge-bug pas acara.

sakura exchange program

Walaupun online, acara ini juga sangat menyenangkan. Selain ilmu tentang komputasi material, juga mendapat pengetahuan tentang kultur di Jepang dan berinteraksi langsung dengan orang-orangnya.

Hanya saja menurut saya acaranya terlalu padat, mungkin akan lebih pas jika dibuat 3 atau 4 hari acara. Materinya juga bisa lebih luas lagi.

Oh iya, satu lagi.

Ternyata hal yang saya takutkan, terutama tentang keterbatasan menggunakan bahasa inggris, tidak separah itu juga. Mungkin dikesempatan lain saya ingin lebih memberanikan diri buat mengikuti program sejenis ini lagi 😀

Featured Photo by TOMOKO UJI on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *