Selesai! Ujian Tengah Semester

Finally, UTS ( Ujian Tengah Semester ) selesai.

Walau sebenernya masih ada satu mata kuliah yang belum kelar dan deadline pengumpulannya masih mayan jauh. Masih 2 minggu lagi.

Ujian Tengah Semester ini mayoritas take home dengan rentang waktu 2-3 hari pengerjaan. Entah ini salah satu berkah adanya pandemi atau memang sudah sistem UTS mahasiswa pasca sarjana pada umumnya.

Kalau dibading dengan tingkat undergraduate student, ujian tengah semester saya ngga terlalu ada bedanya dengan mereka dan ngga sampe macam ujian di kampus tetangga ini.

Ujian tengah semesternya anak S2 lebih banyak ke analisis, bedah atau review jurnal dan presentasi untuk mata kuliah yang based text (ngga banyak itungannya).

Khusus mata kuliah yang based-nya analisis pakai matematika seperti mekanika klasik atau pun optika zat mampat. Tetap mengerjakan soal itung-itungan seperti biasanya.

Namun dari segi bobot soal, tentunya udah beda dengan S1. Ujian mekanika klasik kemarin, dosen saya banyak ngambil soal-soal untuk olimpiade fisika.

Harus belajar…

Ujian tengah semster kemarin menyadarkan saya. Harus belajar lebih giat lagi, terutama materi-materi dasar dalam ilmu fisika dan material.

Juga harus lebih adaptif terhadap suasana pembelajaran. Sempat kaget karena sistem pembelajaran dan penilaiannya cukup berbeda dengan kampus S1 saya dulu.

Tetapi, saya sangat menikmati proses kuliah selama S2 ini. Memberikan banyak perspektif baru bagi kehidupan akademik saya.

…dan kalau dipikir-pikir pun, adanya pandemi ini juga membawa dampak baik pada sistem perkuliahan.

Khususnya ke bagian pemberian tugas. Dengan adanya sistem online, pemberian tugas dan deadline pengumpulannya jadi lebih jelas bagi mahasiswa. Lebih terstruktur juga.

Kalau dari segi materi, saya seneng aja semua materi jadi lebih terdokumentasi. Jika kurang paham bisa menonton video rekaman pembelajaran. Belajar pun jadi lebih efektif.

Oh iya, sebenernya nih kalau diamati di perkuliahan pun ngga semua mata kuliah butuh diterangkan melalui tatap muka langsung.

Materi-materi yang basisnya pemahaman konsep bisa langsung dibaca secara langsung oleh mahasiswa. Dosen hanya perlu mengarahkan pembelajarnya.

Jadi makin ngga sabar, setelah usai pandemi ini sistem pembelajarannya akan seperti apa.

Featured Photo by J. Kelly Brito on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *