Mengapa Kita Harus Menulis (di Blog)?

“Mengapa kita harus menulis di blog?” Kalau dibuat list, pertanyaan ini yang sepertinya akan menjadi top question setiap mengepost tulisan melalui media sosial.

Kenapa ya harus menulis di blog? Hmm… pertanyaan ini akan saya jawab dengan yang lebih general saja menjadi “Kenapa harus menulis?”, Karena sebenarnya menulis tidak hanya dapat dilakukan melalui blog saja, menulis dapat dilakukan dalam berbagai media.

Buku, surat kabar, website, media sosial (twitter, Instagram & Facebook), atau bahkan dalam format video seperti di Youtube tentu saja akan diawali dengan proses menulis.

Menulis akan selalu berkembang, hanya saja bentuk akan menjadi lebih bervariasi mengikuti tren zaman.

Lalu mengapa kita harus menulis?

Memahami diri sendiri

mengapa harus menulis

Manusia adalah makhluk yang dinamis. Emosi, keperibadian, atau pemikirannya akan selalu berubah seiring dengan keberjalanan waktu.

Namun, alih-alih mengingat semua perubahan itu, manusia cenderung lupa dengan perubahan-perubahan kecil yang dialaminya.

Sehingga seperti tagline dari blog ini “Tempat cerita, beropini, dan mencari sudut pandang kehidupan”. Hampir semua tulisan di blog ini juga berkaitan dengan kondisi yang saya rasakan saat itu.

Ya, niatnya sebagai penyimpan memori agar lebih dekat dan memahami diri saya sendiri.

Belajar menyampaikan pendapat

mengapa harus menulis

Sebagai orang yang tidak terlalu pandai menyampaikan pendapat secara lisan, tulisan adalah media sangat membantu.

Saya tipikal cenderung gelagapan dan berputar-putar tidak jelas saat berbicara. Saya berusaha menulis apa yang ingin saya sampaikan agar lebih terorganisis, agar ide dan isi dan pikiran tersampaikan dengan baik kepada orang lain.

Bahkan dalam hal kecil seperti dalam rapat atau forum. Saya biasanya menuliskan terlebih dahulu, baru kemudian bisa menanyakannya agar tidak terlalu gelagapan saat bertanya.

See also  Kerja tanpa standar protokol Covid

Dalam kuliah pun demikian, kebiasaan menulis sangat membantu sekali.

Mengutip kata seorang dosen dalam tulisan mba Arini “Belajarlah menulis, supaya ide dan isi pikiran kalian tersampaikan dengan baik, dan bisa dinikmati oleh kami (sebagai dosen)”.

Menjadi produsen, alih-alih seorang konsumen

Dalam salah satu buku bang Panji, beliau memberikan beberapa alasan kenapa terus menulis blog dan salah satunya adalah poin ini.

Menulis blog dapat membiasakan diri untuk mulai mencipta. Menjadi seorang pembuat konten daripada menjadi pembaca. Ya, membaca tentu saja penting. Tetapi, menulis sama pentingnya.

Semenjak mencoba menulis di blog, selain belajar membuat tulisan secara ngga sadar akan mulai proses pembuatan konten yang lainnya, seperti melakukan pembadingan antara tulisan-tulisan sebelumnya dan melakukan berbagai pengembangan terhadap tulisan yang sudah dihasilkan

Hasilnya bisa dibandingkan tulisan di blog lama saya dengan tulisan di blog ini. Ketara sekali perbedaannya.

Selain itu, dengan mencoba membuat tulisan sendiri secara tidak sadar akan menumbuhkan rasa lebih menghargai dan mengapresiasi karya (tulisan) orang lain.

Berkontribusi

Meski agak aneh (?). Membuat tulisan di blog ini juga merupakan sarana bagi saya untuk berkontribusi berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki.

Walaupun tidak cukup banyak pengalaman, saya merasa tetap akan ada sesuatu yang bisa saya bagikan dan memberi manfaat bagi orang lain.

…dan juga kita sebagai manusia tidak pernah tahu mana bagian dari tindakan yang memberikan pahala dan ilmu untuk orang lain, bisa jadi hal itu berasal dari tulisan yang kita buat.

Tidak harus dalam bentuk artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal bereputasi tinggi atau buku yang diterbitkan oleh penerbit besar.

Bisa jadi lewat tulisan yang kamu tulis di media sosial, akan ada seseorang yang tercerahkan, tergerak, dan termotivasi. Paling tidak tulisan itu dapat mengubah dunia kita sendiri menjadi lebih baik.

See also  Mencoba hidup minimalis

Bonus lain dari menulis

Selain melihat perkembangan diri dan membagikan ilmu pengetahuan yang kita punya, tentu saja masih banyak bonus lain dari menulis.

Entah itu dalam bentuk relasi bersama komunitas menulis, hadiah (uang atau barang), atau kesempatan bekerjasama dengan brand tertentu.

Termasuk kegiatan project menulis bersama Eco Blogger Squad yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network.

Tentu saja awalnya tidak menyangka bisa bergambung dalam komunitas ini, tapi berkat tulisan yang saya sertakan di lomba blog BPN membawa saya bergabung di dalamnya,


Jawaban ini tentu saja tidak dibangun oleh pemikiran saya sendiri.

Tentu saja ada banyak sumber sudut pandang yang berkontibusi, entah itu dari dari buku, video, atau tulisan di internet yang pernah saya simak.

Terima kasih telah membaca, semangat menulis <3

All photos by Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *