Menunggu vaksinasi

Salah satu upaya menghadapi pandemi Covid-19 adalah dengan memerlukan vaksinasi, terutama saat ini sudah muncul varian baru virus corona yang lebih mudah menyebar, seperti varian Delta.

Di sendiri Indonesia program vaksin ini sudah dimulai dari bulan Februari lalu dan dilakukan secara bertahap.

  • Tahap pertama, vaksin diberikan kepada tenaga kesehatan atau garda terdepan yang secara langsung melakukan penanganan Covid-19.
  • Tahap kedua, kelompok lansia yang memiliki risiko terpapar dan kematian paling besar jika terinfeksi virus Covid-19.

Adapun jenis vaksin yang digunakan di Indonesia antara lain:

jenis vaksinasi di indonesia

Kendala Vaksinasi

Seiring berjalannya waktu, banyak perusahaan juga memberikan pengadaan vaksin gratis bagi karyawannya yang disebut vaksin gotong royong .
..dan masyarakat umum seperti saya sebenarnya juga sudah bisa melakukan pendaftaran vaksin di puskesmas atau rumah sakit umum.

Namun, yang jadi problem adalah jadwal vaksin tidak ditentukan secara langsung dan kapasistas vaksin juga masih belum cukup.

Di daerah Yogyakarta dan sekitarnya, pendaftaran vaksin dilakukan di website daftarvaksin.slemankab.go.id. Proses pendaftaran dan penentuan jadwal dilangsungkan setiap hari senin, jam 8 pagi dan itupun setiap saya melakukan pendaftaran selalu penuh.

Beberapa informasi dari teman saya, kita sebenarnya bisa melakukan vaksinasi langusung di puskesmas dengan kapasitas 100-200 orang per hari. Tapi dari subuh kudu antri di puskesmasnya dan misal kuota sudah penuh hari ini harus melakukan antri pendaftaran di hari berikutnya.

InsyaAllah pengen nyoba, tapi sepertinya antri padat banget.

Vaksinasi di kereta api (stasiun)

Ada ide lain juga sih biar cepet vaksin, yaitu vaksin di keteta api a.k.a stasiun. Karena saat ini PT KAI sudah menyediakan vaksinasi di stasiun untuk penumpang kereta api jarak jauh, jadi sekalian pulang sekalian vaksin.

Namun, muncul problem lagi. Di kampung saya ternyata juga sudah mulai merebak kejadian kena virus covid-19. Alhasil makin ngeri buat pulang. Terutama warga kampung juga kurang aware terhadap pandemi, bahkan vaksin pun pada takut.

Pulang pun juga sedikit was-was, kalau-kalau pas dijalan malah terkena virus dan jadi pembawa penyakit ke rumah. Malah bikin geger orang rumah.

Jadi, ya udah saya nunggu yang di Jogja saja. Sembari nunggu vaksinasi, tetap jaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah (Saya keluar rumah buat belanja seminggu sekali bahkan lebih).

Featured image by Mika Baumeister on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *