Kenapa harus belajar ekonomi, walaupun tidak sedang kuliah di jurusan ekonomi?

Selama kuliah di jurusan fisika. Bahasan-bahasan tentang ekonomi atau keuangan begini kadang dikesampingkan.

Ada sih mata kuliah kewirausahaan, namun basic ekonominya ngga diajarin. Mungkin dianggapnya udah paham karena udah pernah dibahas pas SMP.

Pikirnya ilmu ekonomi ngga berguna kalau udah jadi ilmuwan

Padahal kenyataannya, pada akhirnya semua orang akan berurusan dengan uang. Terlepas dari apapun jurusan kuliah, bidang ilmu yang ditekuni, tidak ada profesi yang jauh dari uang.

Sehingga setidaknya, sebagai manusia haruslah paham mengenai dasar-dasar ekonomi, gimana mengelola uang dan membuat perecanaan keuangan.

Sebelumnya saya udah pernah menulis singkat tentang belajar keuangan di sini.

Kondisi ekonomi di akhir kuliah

Hal ini juga kerasa banget di akhir kuliah. Perihal keuangan inilah yang rasanya pertama menyambut saya.

Butuh uang buat daftar kerja, bayar kosan, ngurus ini itu, dan tentunya buat menyambung hidup, mau minta orang tua tapi malu udah tua.

Indomie Stock Photos - Download 149 Royalty Free Photos
Mau beli indomie aja mikir.

Sehingga, bagi mahasiswa juga bagus untuk mempersiapkan kelulusan secara finansial. Kenapa? yang saya rasakan setelah lulus kuliah ternyata ngga hanya CV yang bagus, IPK tinggi, prestasi banyak, namun dalam hal keuangan harus oke juga.

Setelah lulus pastinya bakal ada rentang waktu kosong (waktu tunggu) dan di saat itu, keuangan ada untuk membuat mu terus bertahan hidup ataupun modal untuk daftar kuliah ataupun kerja.

Mengambil keputusan dan merencanakan kehidupan yang lebih baik

Saya awalnya juga ngga ngeh sih, kenapa hal beginian harus belajar tentang keuangan. Mulai aware setelah nonton video-videonya bang Radit dan ngikutin akun Jouska.

Ternyata memang seperlu itu mulai merencanakan keuangan. Terutama orang yang tinggal middle class cenderung ke lower kayak saya, yang gemes pengen mengubah dinamika kehidupan XD.

Youtube Raditya Dika

Fokus buat ngumpulin uang yang banyak dan hidup sederhana mungkin memang perlu, tapi ngga sampe disitu aja.

Kehidupan kuliah dan kerja berbeda 180 derajat, masalah ngatur uang ngga sesimpel waktu jaman mahasiwa. Apalagi di masa mendatang ketika sudah berkeluarga misal.

Lha wong masih hidup sendiri duit habis gajian udah riweh ngebaginya. Kudu dianggarin buat bayar kosan atau kontrakan, makan sehari-hari, nabung, belum lagi kalau ada hutang piutang.

….dan ehm, kenyataannya nilai uang yang kamu kumpulkan (tabung) pun, makin lama bakal makin nyusut juga.


Jadinya uang yang kamu dapat perlu dikelola penggunaannya. Jaga-jaga buat menghindari hal macam begini.

Masalah begini barangkali tidak akan terjadi jika manusianya punya pemikiran lebih jauh dalam keuangan dan menyiapkan dana daraurat buat kejadian mendesak macam saat pandemi ini.

Seperti yang bang Gleen bilang: keputusan keuangan yang salah, tidak melihat profesi subjeknya.

Sejauh ini, saya masih belajar. Belajar nyari sumber pemasukan yang memungkinkan untuk dieksplorasi. Belajar mengenali instrumentasi buat nyimpen uang yang optimal buat digunakan., dan masih banyak lagi yang perlu dipelajari.

Beruntungnya manusia diberi kemampuan untuk terus belajar dan didukung alat pembelajaran yang makin banyak di zaman sekarang.

Dalam ranah yang berbeda.

Bahkan dalam hal yang lebih jauh lagi, dengan pengetahuan mendasar tentang ekonomi. Kamu bisa ikut berperan serta dalam menentukan dan melihat kinerja pemerintah dalam hal keuangan.

Saya ambil contoh yang lagi ngehits.

Artikel VICE

Biar bisa menentukan mana yang kebijakannya rada ngaco dan mana yang penuh pertimbangkan.

Catatan:

  • Bener sih, prakter bisanya lebih butuh usaha tingkat dewa ketimbang teorinya. Tapi ngga ada salahnya untuk mencoba.
  • Ku bukan anak ekonomi, jika ada salah kata atau pendapat mohon dikoreksinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *